Diposkan   30 Mei 2022   00:00 WIB   Oleh : UPPD Kota Magelang   Liputan Daerah

Sosialisasi PAP Smear pada Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan UPPD Kota Magelang

Sosialisasi PAP Smear pada Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan UPPD Kota Magelang

Jumat, 27 Mei 2022 UPPD Kota Magelang mengadakan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) sekaligus halal bi halal yang dipimpin oleh Ketua  DWP UPPD Kota Magelang dan pengarahan dari Pembina DWP UPPD Kota Magelang Ibu Heny Herlina, SH, MH. Pada pertemuan kali ini DWP UPPD Kota Magelang juga secara khusus mendatangkan Tim Penyuluh Pap Smear dari Pramita Lab kota Magelang untuk mengisi acara inti.

Sosialisasi Pap Smear sangatlah penting mengingat penyebab kematian tertinggi no. 2 di Indonesia adalah kanker serviks. Menurut data Globocan terdapat 36.633 kasus kanker serviks di Indonesia. dr. Nurul Ulfa Septa selaku penyuluh menjelaskan bahwa kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada leher rahim (serviks) dan disebabkan oleh Human Papillomavirus a,1,2  (HPV). Tipe HPV 16 & 18 adalah penyebab kanker serviks.

Deteksi dini kanker serviks bisa menggunakan dua cara yaitu dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) atau metode Pap Smear.  Tes IVA dilakukan dengan mengoleskan asam cuka pada permukaan mulut rahim, sedangkan tes Pap Smear adalah metode pengambilan jaringan/sel pada leher rahim yang membutuhkan waktu 1-2 minggu untuk memperoleh hasilnya. Lebih lanjut  dr. Nurul Ulfa Septa menjelaskan tes ini bertujuan untuk menemukan lesi prakanker dan mengetahui adanya perubahan sel leher rahim.

Pap Smear adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan diperiksa untuk melihat adanya perubahan atau keganasan pada sel leher rahim. Pap Smear dianjurkan untuk wanita usia 30 tahun atau lebih yang telah aktif secara seksual. Skrining kanker serviks dengan Pap Smear sangatlah penting sebagai bentuk tindakan deteksi dini kanker serviks, kanker korpus endometrium, dan keganasan ovarium. Pemeriksaan Pap Smear dapat dilakukan di puskesmas, Lab klinik kesehatan, atau rumah sakit .

Selain itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)  dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan vaksin  HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks. (IR)


Share:


Liputan Utama indeks
Liputan Daerah indeks